MERAIH REZEKI TAK TERDUGA

Ada seorang pria bernama amir hari itu mengalami kebuntuan jalan hidup dalam menafkahi anak dan istrinya. Sudah 3 bulan lebih ia hidup tak berpenghasilan. Setiap hari anak-anak nya menangis karna ingin minum susu dam minta uang jajan. Istrinya suka menjerit histeris karena kalut dan panik akibat himpitan hidup.

Sebenarnya amir bukanlah orang yang malas,bahkan ia terus mencoba pertarungan hidup. Tapi karna hanya lulusan SMU ia selalu kalah bersaing dengan pencari rezeki yang lebih beruntung karena berpendidikan yang setingkat atau lebih tinggi.

Pagi itu amir mencoba mencari rezeki tuhan. Ia keluar rumah,tapi tak mengerti hendak pergi kemana. Ia pergi keluar rumah mencoba peruntungan nasib, setelah sebelumnya ia sempatkan berdoa sejenak dalam kedamaian hati kepada Allah sang pemberi rezeki agar dicukupkan nafkaf hari itu. Didalam benaknya ia terus berpikir hendak kemana ia pergi mencari nafkah ?

Memang Allah Maha pemurah!!!

Setelah berjalan menyusuri bumi yang telah Allah tundukan untuk manusia. Matanya tertunduk pada sebuah mata uang koin kuno yang ia dapati diatas permukaan tanah dan tidak dihiraukan oleh manusia lain. Amir memungut koin itu dan ia menemukan di sisi mata uang koin angka 1954 tahun pembuatannya.Amir berjalan cepat menuju pasar, dan masuk ke sebuah bank. Karna ketidaktahuannya amir berkata kepada salah satu teller bank, “mbak, saya mau menjual koin kuno ini?”  Dengan lembut sang teller berkata, “Bapak …dibank ini tidak melayani jual beli mata uang kuno.jika bapak ingin menjualnya ada di toko kolektor uang kono yang ada di pasar ini.

Allah memang tidak menyia-nyiakan usaha para hambanya.akhirnya amir tiba ditoko kolektor.Setelah pembicaraan singkat, tanpa diduga sang pemilik toko menaksir uang kuno itu sebesar Rp 50.000. Alangkah senang hati amir. Ia sempat bersyukur dan memuji Allah Swt yang begitu pemurah. Dalam perjalan pulang ia sempat melintas sebuah pabrik kayu.Terbesit olehnya untuk membeli potongan-potongan kayu untuk dijadikan lemari sebagai langkah baru membuat lapangan kerja dirumahnya. Dengan uang yang ada ia mencoba berbicara pada pemilik pabrik untuk membeli beberapa potongan kayu. Tanpa disangka, Allah Swt masih menunjukan kemurahannya. Amir mendapatkan banyak potongan kayu dan bagus kualitasnya.Pemilik pabrik berkata,”ambilah sebanyak bapak suka…toh kayu yang bapak minta biasanya dibuang sebagai limbah.

Saat berjalan pulang, amir melintasi sebuah toko meubel.Tanpa ia tahu, rupanya pemilik toko memperhatikan kayu-kayu yang dibawa amir.sang pemilik menegur amir, “kayu nya mau dijual pak…?” setelah berpikir sejenak,ia katakan, “tidak pak,kayu ini akan saya jadikan lemari di rumah.” “oh… kalau bapak mau lemari,tukarkan saja kayu bapak dengan lemari yang saya jual! Gimana? Dengan ragu amir memberanikan diri untuk bertanya,”memangnya bapak mau bayar berapa kayu-kayu saya ini?” “bagaimana kalau Rp 100.000 tapi saya bayar dengan lemari yang ada ya pak?” mendengar nya amir bersyukur di dalam hati,begitu pemurahnya Allah Tuhan sang pemberi rezeki.ia tidak mengira kayu bekas nya dihargai sebesar itu.

Lalu amir memilih lemari yang ia suka. Ia pun membopong lemari tersebut kerumahnya dengan perasaan senang.”istriku pasti senang dengan lemari ini”. Saat menyusuri perumahan penduduk,amir yang menggotong lemari ditegur seorang wanita ibu rumah tangga. “pak, lemarinya mau di jual …ya?” Glek…!! Amir berpikir,kejutan apalagi yang Allah ta’ala berikan kepadanya. Amir berhenti sebentar dan berkata “Ibu suka dengan dengan lemari ini?” “iya tuh bang! Lemarinya bagus.mau dijual berapa?  “Dua ratus ribu mau gak?” Amir mencoba berspekulasi dengan harrga yang ia tawarkan. “Eih… kok bisa ya…ini mah murah…iya deh saya beli.sang ibu kesenangan dengan harga yang ditawarkan amir.sementara amir bingung karena sang ibu mengiyakan tanpa menawar lagi.

Subhanallah, Allah begitu pemurah. Amir tak henti-hentinya mensyukuri peruntungan nasibnya hari itu.Ia mencoba merenungi kejadian satu demi satu. Ia dapati bahwa ia memulai usaha dengan doa Tulus dalam hati. Kemudian ia berniat mencari nafkah dan bekerja. Karena niat bekerja menghidupi keluarga, maka Allah pun menolong amir, mulai dari mendapatkan uang kuno sampai ia pulang dengan membawa uang Rp 200.000 hasil jerih payahnya dan nikmat yang luar biasa dari tuhannya.

Islam, agama yang kita peluk ini…mengajarkan kepada umatnya untuk tidak berpangku tangan.bekerja dengan giat,sungguh-sungguh dan pantang menyerah. Umat islam diperintahkan bekerja bukan semata untuk rezeki tapi demi kemulian diri dan agamanya, sebab rezeki itu sudah ada ukurannya.

Rasul Saw bersabda :

“ Demi Allah, jika seseorang diantara membawa tali dan pergi ke bukit untuk

Mecari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik dari

Pada meminta-minta kepada orang lain. Terkadang ia dapat atau terkadang ia

Di tolak . “      (HR. Bukhari & Muslim)

Advertisements

9 Responses

  1. Intinya mau berusaha dan tak lupa ber-do’a ya bung.. !! semangat selalu. terimakasih atas pencerahannya. ^_^

  2. memang kita hidup harus dengan usaha, pantang menyerah karena Allah Swt, tidak suka dg hambanya yg hanya berpangku tangan saja, rizky seseorang udah ada yg ngatur tapi rizky itu tdk akan kita dptkan kalo hanya dg berdiam diri saja n berapapun yg kita dptkan harus slalu kita syukuri.

  3. Allah selalu melimpahkan nikmatNya pada hambaNya, cuma kita saja yang sering lupa diri atas nikmat itu, nice posting mas jek 😉

  4. Klo bagi saya, rezeki itu gk mesti dlm bentuk Uang. Tapi apabila melihat keluarga kecil bahagia saya itu terlihat sehat …itu sdh mrupakan rezeki buat saya 🙂 nice post bro .. keep post

  5. salam aja buat temanmu itu mas. allah tidak akan memberikan cobaan diluar batas kemampuan umatnya. dan smoga dia bisa belajar untuk bersabar dan mengambil hikmah dr kejadian itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: