TA’ARUF (GAGAL)

Sebenarnya sudah lama aku ingin menulis cerita ini. Tapi setiap buka laptop dan tersambung ke internet, biasanya langsung lihat facebook dan klik yang lain-lain. Dan akhirnya lupa nulis di blog.

Jadi ceritanya begini, akhir tahun 2009 lalu ada seorang temen yang datang kerumah. Awalnya sih hanya silaturahmi biasa. Ngobrol tentang kerjaan,tentang IT (kebetulan kita sama-sama suka teknologi informatika). Sampai akhirnya dia cerita tentang permasalahan yang baru saja dia alami.

Akhir bulan november lalu temen saya ini, sebut saja si ‘w’, melangsungkan acara lamaran di kampung halamannya di kota banyuwangi. Tapi bukan kebahagian yang menyertai setelah acara lamaran tersebut, melainkan rasa sedih, sakit hati, dan perasaan yang tidak mengenakkan bercampur jadi satu. Teman saya si ‘w’ ini mengenal  calon istrinya dengan cara ta’aruf melalui keluarga nya yang adalah tetangga di kampung. Singkat cerita mereka akrab melalui hubungan telephon, dikarenakan si ‘w’ tinggal di kota balikpapan untuk bekerja disana. Bahkan mereka sudah punya rencana untuk mensegerakan menikah di pertengahan tahun 2010. Dan si gadis pun tidak keberatan kalau harus meninggalkan kampung halaman untuk mengikuti si ‘w’ yang mencari nafkah di balikpapan. Rencana lamaran pun sudah disusun akhir bulan november 2009.

Dengan perasaan senang ,gembira, dan bayang-bayang akan segera berumah tangga, segera si ‘w’ mengajukan cuti untuk rencana lamaran di kmpung halaman. Dengan menumpang pesawat citylink dan dilanjutkan menggunakan kereta api mutiara timur, akhirnya sampai juga si ‘w’ samapi di kota tercinta banyuwangi.

Sehari sebelum acara lamaran, dia sempatkan untuk mengunjungi rumah sang gadis pujaan untuk bersilaturahmi. Dari sini sebanarnya dia menangkap sinyal-sinyal yang tidak mengenakkan. Karena sang gadis pujaan tidak menyambut si ‘w’ dengan ramah, melainkan dengan perasaan acuh bahkan berkesan cuek dengan si ‘w’. tapi si ‘w’ mengira mungkin sang gadis orangnya pemalu jadi sedikit bicaranya.

Tibalah waktunya acara lamaran yang ditunggu-tunggu. Setelah semua acara dilaksanakan dan tiba waktunya untuk berpamitan. Tetapi ternyata sang gadis tidak keluar dari kamar. Setelah dipaksa oleh keluarganya akhirnya sang gadis keluar dalam keadaan menagis. Keadaan ini membuat si ‘w’ dan keluarganya bertanya-tanya, ada apa sebenarnya ini. Dengan rasa kalut dan bingung akhirnya semua berpamitan pulang.

Esok harinya si ‘w’ kembali ke rumah sang gadis dengan tujuan untuk menanyakan kejelasan masalah kemarin. Dan mengajak sang gadis untuk berbicara dari hati-kehati. Ternyata selama ini sang gadis merasa terpaksa untuk di jodohkan dengan si ‘w’. kalau selama ini dia setuju untuk cepat menikah, itu semata karna keterpaksaan dan ingin orangtua nya senang. Bagaikan disambar petir di siang bolong itu yang dirasakan si ‘w’ saat itu. Dia tidak menyangka kalau selama ini dia telah dibohongi dan dipermainkan perasaannya. Dan sang gadis ingin agar pertunangan itu tidak dilanjutkan. Dia kembali tidak menyangka ada seorang gadis yang begitu tega menyakiti perasaannya.

Dengan besar hati si ‘w’ menyetujui permintaan sang gadis. Dan menjelaskan ke kedua orangtua mereka bahwa sang gadis  belum siap untuk melanjutkan hubungan tersebut. Karena ikatan yang yang dikarenakan keterpaksaan tanpa dilandasi keikhlasan pasti akan mudah lepas.

Sebagai seorang temen saya sungguh sedih mendengar cerita ini. Aku hanya bisa berdoa Semoga Allah Swt akan segera mempertemukan jodoh yang terbaik buat engakau sobat. Dan yakinlah Allah Swt maha adil dan bijaksana. Kebaikan yang engkau tanam, maka kau pun pasti akan menuai kebaikan.

note: postingan ini sudah disetujui yang bersangkutan

Advertisements

16 Responses

  1. kadang hubungan yang didasari rasa suka pun bs terganjal saat akan melangsungkan pernikahan, seperti orang tua atau orang ketiga sangat berpengaruh, ikhlas menerima adalah jalan terbaik. saya turut prihatin mas dengan temannya, semoga beliau tabah menjalaninya

  2. Hidup ini kan ga perkara nikah dan pasangan aja, masih banyak hal2 lain yang bermanfaat, memang untuk afdol nya nikah, kerna bisa menyempurnakan setengah dari agama, namun bial memang lom di takdirkan untuk itu, sebaiknya ceri kegiatan lain yang tak kalah bermanfaatnya, ato mungkin memang inilah jalannya, agar bisa lebih fokus untuk mencari bekal di dunia untuk perjalanan di kampung akhirat nanti..
    salam hangat selalu dari ku di sini untuk sahabat2 semua yang ada di sana ^_^

  3. tp buat yang belum nikah, dan sudah mampu, harus disegerakan ya bro…he..he..he 🙂

  4. Wah natural skali critanya. Saya pun berharap, smoga apa yg telah terjadi di sodara W bisa semakin menjadikan dirinya smakin mumpuni dan kuat. Karena apapun itu kt ini khan ciptaan-NYA nggih ngoten tho dan si wanita itu jg ciptaan-NYA. Klo bahasa inggrisnya Menungsa sak dermo nglakoni dan gusti ALLAH sing nentukan.
    Nice post bro .. keep post !!

  5. sakjane aq kpengen pisan mas.. tapi sayange dorong sukses.. hweheheheh

  6. ow….ow…..ta’aru yang gagal? hmmmm……aku ngak bisa coent dech kalo untuk urusan perasaan Terlalu dalemmmmmmmmmm…….
    Oh beakang untag? aku sukowidi mas……tapi sekarang dibintaro

  7. hmm…. terharu juga baca tu bLog..
    emg bener seh hubungan yg dpaksaan gak akan membahagiakan..
    moga2 temen mas tuh dapat pengganti yg lebih baik n bisa bahagia lahir batin.. ^_^

  8. yah.. ta’aruf yg gagal? andai kata ta’aruf yg gagal itu krna si “W” di jodohkan ortunya dgn saudaranya gimana yah? dan si W dgn mudah menggagalkan rencana sementara wkt yg di tentukan hmpir tiba,jadi itu gimana mas????

    • gimana ya? ntar kutanyain si “w” ya!! tapi setahu saya si “w” itu orang nya baik lo. dan saya yakin dia akan tanya dulu ke gadis yang akan dijodohkan, dia mau atau tidak dijodohkan. kalau ok ya terus kalau tidak ya tidak dilanjutkan…ini menurut saya lo.

  9. andaikan aku jadi si ” W ” aku gak mau terlalu lama larut dalam kejadian itu…….. yang pasti aku tanamkan keyakinan ” si “S ” bukan pilihan – NYA ” …………………. sabar ya si ” W ” ….. mudah2an dapat yang lebih baik

  10. sama bro mending di ikhlas kan aja. nanti pasti ada pengganti nya yang lebih baik …amin 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: